Belajar bersyukur dari anak2 surga (part1)



Pada pertengahan maret lalu, tepatnya tanggal 10-11 maret 2007. Saya dan teman2 saya kelas XII yang tergabung sebagai Alumni DKM Al-Ghifari. Mengikuti acara mabit (mabit dlm bahasa arab artinya bermalam pada suatu tempat, namun suka diplesetkan menjadi Malam Bina Taqwa) yang diadakan oleh guru agama kami yang notabene-nya mempunyai sebuah panti asuhan yang menampung anak2 yatim piatu yang kebanyakan dibuang oleh orang tuanya (kualat tuh Orang Tua!).

Agenda yang cukup padat ....

Disana, kami mengikuti agenda yang telah ditentukan. Tapi masih diberi kelonggaran untuk mengadakan acara sendiri. Dari mulai mandi, makan, Main sama Adik2 (anak2 yang ada disana), dengerin Tausyiah (semacam ceramah gitu...), belajar Tahsin (metode baca Qur’an), sampai dengan Shalat Tahajjud pada pertengahan malamnya. Namun semua kami nikmati dengan senang, yah...dengan riang! Karena tujuan kami mengikutinya semata-mata bukan ingin refreshing, tapi ingin lebih dekat dengan Allah swt. (Secara... waktu itu bentar lagi UAN;)

Maen2 bareng anak2 surga...

Sebenarnya yang paling membuat kami senang ketika waktunya bermain bersama adik-adik, yang umurnya berkisar 2-4 tahun (lagi lucu-lucunya sedangkan kita lagi manis-manisnya huehuehue...). dengan melihat mereka juga merupakan sebuah wahana untuk bersyukur, bahwa kita mempunyai Orang Tua yang msh menyayangi kita. Sedangkan mereka? Kehadirannya pun tak diharapkan. Saya sendiri heran, kok tega2 nya mereka berbuat seperti itu. Padahal anak2nya cakep sm cantik2 lho. (beneran! Bkn kiasan belaka).




Menurut penuturan Bu Yuli -guru agama kami sekaligus bunda-nya mereka- Anak2 itu rata dibuang Ortunya entah karena malu atau tak sanggup mengurusinya. Latarnya bermacam-macam, ada yang hasil pemerkosaan, MBA (married by accident), dan mash banyak lagi. Dan biasanya dikasihkan ke dukun beranak setelah Ibu2 mereka melahirkan mereka.


Semua anak ditelusuri siapa orang tua mereka sebenarnya, setelah itu dibuatkan akta kelahiran sesuai dengan nama ayah-ibu mereka. Sebagian sudah diketahui siapa ortu-nya dan ortu-nya pun diberi tahu bahwa anaknya berada di Rumah Asuh guru saya itu tapi mereka tak pernah kembali menjenguk anak mereka apalagi membawanya pulang! Sebagian lagi ada yang belum diketahui dimana keberadaan orang tuanya.

Sya lupa2 ingat nama2 mereka, semuanya berjumlah 7 orang. Dan masing2 mereka mempunyai keistimewaan dan sifat2 tersendiri di mata saya (biasa...calon psikolog;) nanti pada postingan lain sya jabarkan mereka satu2.

Yah, merekalah anak2 surga.
Yang dengan merawat dan mengasihinya
akan membuat kita menuai surga.
Rasulullah pun menggambarkan dalam haditsnya
Bahwa orang2 yang mengasihi anak yatim
Jaraknya dengan beliau itu Segini
(smbil menunjuk antara jari telunjuk dan jari tengah)
siapa sih yang gak mau deket sm Rasullullah di akhirat kelak?

Mereka,
Children of Heaven…
Atau bisa juga
Children to see off heaven

1 comments:

Amanda Potter said...

KYAAA... LUCU!!!

Copyright © 2008 - Mbee story - is proudly powered by Blogger
Blogger Template