Balada Masa Dulu...

Ini sekelumit kisah saya dan teman2 terbaik saya di sekolah tercinta SMA Negeri 4 Bandung. saya sajikan dalam bentuk cerita okeh?

2026, Moslem cyber

Seorang akhwat berjilbab hijau lumut menatap benda besar di depannya. Pintunya yang transparan tampak berkilau memamerkan gemerlap lampu-lampu dalam benda besar itu.

adalah sebuah mesin waktu,
badannya mengarat, besinya menghitam
namun di bagian dasarnya terdapat bara kecil, kecil saja
menyala – redup – menyala – redup
namun tak pernah mati
sekali lagi ta’kan pernah mati!
Bara itu multifungsi, tergantung kemauan si pemakai mesin waktu

Sekarang kita pakai mesin waktunya!
Ahh..jangan ke masa depan! Aku percaya dia ’kan gemilang..
Ke masa lalu saja.. ya! Ke masa lalu saja..
Ketekan tombol [ENTER] lampu-lampu berkedap-kedip
Flip-flop!
Tiba-tiba asap hitam berkelabat membentuk pusaran besar
Aaarrrgghhhhhh….

Masjid Al-Ghifari, SMA Gardujati 20
[…] desember 2006

akhwat,
Mereka duduk membentuk sebuah lingkaran kecil, yang terdiri dari beberapa orang saja. Masih dengan pakaian seragamnya yang melekat di badan, dan jilbab yang dengan setia menemani walaupun terlihat rambut-rambut “nakal” yang mencoba menyelusup keluar dari bagian telinga mereka.
Wajah-wajah kelelahan itu saling melemparkan argumen sembari sekali waktu terdengar gelak tawa mereka, bercanda. Namun dibalik itu semua, terpancar nyata aura sebuah tekad yang kuat, dan optimisme yang dahsyat.
Otakku berdenyut. Kuambil sebuah memo phone yang didalamnya akan kucatat momen ‘bersejarah’ ini dan akan kujadikan oleh-oleh untuk teman-temanku di masa depan..
Page 1
Teman-teman.. coba kenang, saat kita para akhwat mengadakan rapat pembentukan kepengurusan darurat yang hanya dihadiri beberapa orang saja. Meskipun begitu, rapat ini cukup tertib dan hikmad hingga akhirnya terbentuklah kepengurusaan dan kita semua berjanji akan seoptimal mungkin menjalani amanah ini. Kepengurusan ini kita namai dengan KaMMI 4 [komunitas muslim muda intelektual 4]. Sementara itupun ikhwan dengan kepengurusan KARIM-nya tengah membenahi program kerja untuk kelak sama-sama dirundingkan bersama antara ikhwan dan akhwat.


Tiba-tiba ada arus yang menyeretku dengan paksa.akhirnya aku terdampar di sini di depan ”kesibukan” mereka..termasuk aku yang dulu_

SMA Gardujati 20, antara kelas – masjid – kelas
Pulang sekolah [...] desember 06-[...] januari 06

Beberapa ikhwan tampak sibuk mondar-mandir, Bergerombol. Terkadang kulihat ke-eksklusifitas-an mereka tampak jelas terlihat diantara para siswa yang bermain basket di lapangan ataupun yang hanya sekedar duduk-duduk di depan kelas. Kadang tawa mereka pun terdengar berderai –riuh-. Duh..kontrol dong!. Mereka sedang sibuk, entah merencanakan apa.
Beda ikhwan beda akhwat. Jika ikhwan kerjaannya wara-wiri antara kelas – masjid – tukang batagor – masjid lagi. Akhwat lebih suka ngadem di mushalla akhwat. Mereka juga sibuk. Entah membicarakan apa. Semua tangan sibuk, ada yang menulis, membuat peta masalah dan ada juga yang sibuk...ngemil...
Tak terlihat suatu bentuk komunikasi berarti diantara kedua belah pihak: Ikhwan dan Akhwat. Hanya say ”Assalamu’alaikum”. Hanya itu.
Kuambil memoku...kucatat:
Page 2:
Kenanglah!!! Saat kita ikhwan dan akhwat tersegmentasi. Kita berjalan sendiri-sendiri. dan kita sama-sama punya ego dengan program kerja kita masing-masing. Program kerja yang kita rasa paling efektif dan kreatif serta inovatif untuk menjalankan dakwah ini. Dan kita sama-sama ingin menjadi yang terdepan.

Slide berputar. arus itu kembali menyeretku. Tiba-tiba kurasakan hawa mendung. Ini tak biasa!

Kelas XI IPA 6, SMA Gardujati 20
Siang terik

Semua diam membeku. Tak ada yang bicara satu patah pun. Semua larut dalam pikirannya masing-masing.
” Saya ngerasa, jarak antara kita, ikhwan dan akhwat begitu jauh. Seperti beratus-ratus kilometer rasanya. Padahal jarak kita sekarang begitu dekat, hanya terpisah beberapa meja!” seorang Ikhwan memecah keheningan
” Iya, saya juga ngerasa ada tembok pembatas tinggi antara ikhwan dan akhwat, susah dicapai..” seorang lagi ikhwan menimpali.
Menit berikutnya, keduanya bersitegang, atmosfer kelas itupun turut larut, bercampur baur... kelabu
Tiga orang Ikhwan sedang asyik menulis sesuatu di selembar kertas. Kuintip kertas mereka:
Suasana ga enak bgt! Badan jg ga enak, kuping jadi panas...
Sunyi, Senyap, Sepi, tanpa isi kayak keluarga pinus yg adem ayem bikin ngantuk
Merumitkan sekali entah nih gimana mau nyatuin KARIM ama KARIMAH

Aduh...Auranya beda banget, kerasa antara ikhwan dan akhwat jauh banget
EMANG! Auranya HOROR! Mas knp ga bilang klo di cancel?
Kan jadinya aku agak maksa tau!

Afwan...wim, saya ditelepon malam, tapi ga terlalu jelas, baru dikasih tau
Sm mega pas pulang.
Gilang,kok diem aja, why?
Aku ga tau nih, lg ngomongin apa?, gak tau rapat, gak tau ngerunyem. Perasaan dari tadi aku kayak lagi ngedenger radio zaman kuno yg gak tau cara matiinnya.
Mas, matanya biasa aja kale?hu..
Mata saya emang gini, lagian saya lagi mikirin sesuatu makanya matanya gini
Mikirin apa? Utang?! Heh?
Banyak!!!

”Ikhwan, dengerin klo akhwat lagi ngomong, jangan bikin forum di dalam forum” seorang akhwat memprotes keasyikan ikhwan-ikhwan itu
semua ikhwan kembali fokus
”Tolong, hargai sekecil apapun peran akhwat. Biar bagaimanapun kita itu satu tubuh, jangan jadikan akhwat hanya sebagai peran pelengkap” akhwat lain kembali menimpali.
Kembali, forum itu gaduh dalam kesunyian, saling menodongkan argumen yang memojokkan.
Rapat tak berbentuk itupun akhirnya ditutup. Semua rancu. Tak menghasilkan apa-apa. Break dulu, shalat ashar.

Setelah shalat ashar_

”Ada akhwat yang nangis, aku ga ngerti apa maunya akhwat!”

kuambil memoku, kutulis kembali:
Lembar 3
Kenanglah... saat ikhwan dan akhwat bertemu dalam sebuah rapat untuk menyamakan program kerja. Ternyata semangat jiwa-jiwa kita yang sedang dipuncaknya, terbentur dengan sebuah ”miss komunikasi” dimana dimensi fitrahwi ikhwan yang ”ego” harus dihadapkan dengan sudut fitrah akhwat yang berperasaan dan sentimen .rasanya ini menjadi bencana baru bagi kita yang baru tunbuh. Fitnah..., saling menyalahkan... dan saling menjatuhkan. Apakah... karena suatu perbedaan gender hal ini terjadi? Ataukah karena naluri-naluri seorang muslim kita yang belum terdidik dewasa?

Asap hitam menyelubingi seluruh tubuhku. Aku merasa melayang diombang-ambingkan di depanku terlihat banyak adegan-adegan cepat berdesing dengan kilat: acara
Let’s Get FATHS – Pembentukan DKM di ruang multi – Train excellenta – Gravoura – Road to Intifadhah – DMM – Kaderisasi – semua bercampur baur. Sampai tibalah ragaku pada satu titik terang.Alhamdulillah selesai, mesin waktu milik kakekku itu berderi-derit kepanasan. Maklum mesinnya sudah sangat tua. Kubuka pintu kaca mesin ini disini panas.
Kembali kuambil memo dari tas selempang kecilku ini. Kembali kucatat:
Lembar 4
Kenanglah.. berapa banyak acara yang telah kita buat.. renungilah… seberapa besar manfaat yang bisa didapat oleh objek-objek dakwah kita. Saksikanlah wahai dunia, inilah kami jundi-jundi Allah yang senantiasa berusaha menegakkan Dien-Nya di muka bumi. Inilah yang bisa kami perbuat duhai Allah. Jadikan apa yang kami perbuat semata-mata hanya untuk menggapai ridho dariMu, jadikan kami Ikhlas, jadikanlah kami mujahid-mujahidahMu yang selalu berjuang di jalanMu dengan cinta, takut, dan harap. Amien!

Akhwat berjilbab hijau lumut itu mengambil sebuah ponsel dari tasnya, kemudian menekan tombol-tombol di ponselnya ”Assalamu’alaikum... Salma, besok kita kumpul ya? Ada yang mau aku tunjukin sama kalian, jarkom ke yang lainnya...iya!... Alumni DKM 2005/2006... iya angkatan kita... angkatan perintis! Kita kumpul aja di Gardujati Islamic Centre!... iya, sebelah SMA kita dulu....yang bekas tempat fotokopi ”enggak banget” itu lho...hehehe...iya,iya...aku tunggu! Jarkom ke yang lain ya! Ke ikhwannya juga... ya udah Wassalamu’alaikum”

Flip. Akhwat berjilbab hijau lumut itupun bergegas menuju rumahnya. Anak dan suaminya sudah menantinya dengan rindu.

4 comments:

Asti_Putri said...

subhanallah.. jujur, asti kangen saat2 kebersamaan dulu.
even qta sering bentrok tapi kan ramenya di sana (lho..?!? ga denk ;p)

Okiviani said...

Hohohoho... kalo saya sih masuk DKM sebelum kenal bentrak bentrok akhwat dan ikhwan. Tampaknya saya pembuat suasana DKM jadi hangat yah :P

he.... said...

Assalamu'alaikum

mungkin ini ya yang merupakan awal dari masalah yang kalian miliki sekarang. tapi ku juga bingung harus ngomong apa?
jikalau masalah yang sedang kami hadapi terhadap teman2 kamu sekarang, cobalah kamu ikhlasin apa yang sebenarnya sudah mereka lakukan, karena nampaknya hanya kamu yang merasakan seperti ini. dan setelah saya melihat, ada juga orang sering kamu sakiti. tapi apa yang ia lakukan, ia hanya memendanya tanpa menjadikan itu sebuah masalah yang berdampak pada keseharian yang kalian miliki, yang saya lihat ia hanya tersenyum ketika melihatkamu, walau sebenarnya ia merasa sedih ketika mendengar apa yang kamu katakan padanya.

mau bagaimana lagi, yang merasakan ini bukan hanya kamu saja.

ketika kamu merasakan sebuah ketidak enakan kepada seseorang, apakah kamu pernah memikirkan apa yang terlah kamu kerjakan kepada orang lain yang ada di sekitar kamu.

jadi bukan kamu saja tetapi orang lain juga memiliki perasaan yang sama seperti kamu, jadi saran saya, coba IKHLASKAN SEMUA YANG SUDAH TERJADI SAMA KAMU, DAN CERITAKAN SAJA APA YANG SEBENARNYA SUDAH TERJADI KEPADA 4JJ1 karena hanya dengan bercerita kepadanya kamu akan mendapatkan sesuatu yang sangat menyenangkan yang tak dapat orang lain rasakan.

selamt mencoba bercerita kepasa Allah subhanahuwata'ala
jadikan hatimu sebagai hati yang terbersih, dan mulailah untuk tidak mengotori hati mulagi setelah apa kamu membersihkannya.

dari sahabatmu yang entah apakah kamu menganggap aku sahabat atau bukan

bersabarlah saudaraku!

izzah.izzah said...

ooh , gini ceritanya .
hohoho ...

Copyright © 2008 - Mbee story - is proudly powered by Blogger
Blogger Template